Thursday, June 3, 2010

Nasa Binti Nain (In Memoriam)

Selama kita hidup di dunia ini kita bisa belajar dari mana pun, selama kita mau belajar dan mau diajar. Tuhan tidak selalu mengajar kita lewat kotbah yang disampaikan oleh hamba-hambaNya di depan mimbar. Kalau saja kita mau sedikit memperhatikan sekeliling kita, pasti ada banyak sekali pelajaran beharga yang Tuhan ingin ajarkan untuk kita. Saya memiliki beberapa pahlawan dalam hidup saya yang dari mereka saya banyak belajar mengenai begitu banyak kebenaran yang terkandung di dalam Firman Tuhan. Salah satunya bernama Gundul (nama asli Nasa binti Nain).


Entah kenapa dia mendapat panggilan seperti itu di keluarga saya. Gundul adalah pembantu di rumah saya. Dia menjadi pembantu dalam keluarga saya sejak kakek dan nenek saya masih pacaran. Setelah menikah, kakek nenek saya memiliki 10 anak, dan Gundul memutuskan ikut ayah saya ketika ayah saya menikah. Dia tetap bekerja bertahun-tahun menjadi pembantu di keluarga saya sampai saya lahir dan berusia 25 tahun. Dia lewati semua duka yang keluarga saya alami. Dia sudah meninggal di usianya yang tua karena sakit. Dia hidup tanpa suami dan anak. Dia pernah menikah, namun ditinggal oleh suaminya. Dia tidak bisa baca dan tulis. Karena tidak bisa baca tulis, seringkali dia ditipu oleh orang-orang jahat. Keluarganya yang tersisa hanya kakak-kakaknya dan adiknya. Ayah ibunya sudah meninggal. Keluarganya pernah terpecah belah akibat pemberontakan G30S PKI di Lubang Buaya, karena dia dulu tinggal di sana sebelum akhirnya bertemu dengan kakek nenek saya.

Saya belajar sesuatu dari hidupnya, yaitu mengenai KESETIAAN. Di tengah kehidupannya yang begitu sulit dan masa lalu yang tidak baik, dia setia melakukan apa yang dikerjakan. Ya, memang dia hanyalah seorang pembantu sampai akhir hidupnya, tapi pelajaran yang dia berikan kepada saya sangat berharga. Andai saja dia tahu kesetiaannya bekerja untuk keluarga saya begitu berjasa untuk membuat saya tetap berdiri kuat dalam Tuhan sampai hari ini. Setiap kali saya mengeluh dan menggerutu tentang betapa berat hidup yang saya jalani, saya selalu teringat akan kehidupan dan hari-hari berat yang dilewati oleh Gundul dan dia setia menjalaninya. No doubt, she's one of my hero.

No comments: