Sunday, August 14, 2011

Learn From Bartimaeus


Seringkali kita mengalami beban kehidupan yang berat. Ya, saya juga mengalami hal tersebut. Dua bulan lalu majalah tempat saya bekerja ditutup (lagi). Yes ...ini kedua kalinya tempat saya bekerja ditutup. Selang satu bulan kemudian, menyusul tempat kerja istri saya juga ditutup. Ini pun kedua kalinya tempat bekerja istri saja ditutup. Kebetulan yang bukan kebetulan, bukan? Namun, kami berketetapan hati untuk tidak kuatir dan tidak panik menghadapi hal ini. Kami tidak terpikir untuk mengurangi pengeluaran kami untuk pemberian untuk orangtua, perpuluhan gereja, persembahan, dan lain sebagainya. Kami yakin kalau dulu Tuhan pernah memberikan jalan keluar, yang kali ini pun Dia akan berikan jalan keluar. Dan, hari ini saya bisa katakan bahwa Dia telah berikan jalan keluarnya.

Kecenderungan manusia saat menghadapi masalah adalah dia merasa beban hidupnya yang paling berat, bahkan lebih berat dari orang lain. "Ya, lu sih nggak ngalamin yang gue alamin." Kata-kata ini sering sekali saya dengar dari mulut teman-teman saya yang suka curhat. Tapi tahukah Anda kalau Tuhan ijinkan masalah yang terjadi ke setiap manusia itu unik. DIA yang ciptakan Anda dan saya, DIA tahu masalah seperti apa yang bisa membentuk dan mendewasakan kita. Sebelum kita melanjutkan, saya ingin sedikit memastikan Anda mengerti arti kata masalah yang saya maksudkan. Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan atau kejahatan dalam hidup kita. Jadi masalah yang saya maksudnya adalah masalah yang bukan bersifat kejahatan atau kecelakaan. (Baca artikel mengenai Trial and Temptation)

Kamu mengalami masalah dalam hidupmu? Merasa beban yang kamu tangung sangat berat? Itu adalah hal yang biasa. Semua orang mengalami masalah yang berat di dalam hidupnya. Ada begitu banyak masalah yang kita harus hadapi yang sepertinya merupakan dapat menjadi alasan yang tepat untuk membuat kita berhenti percaya dan berharap kepada Yesus. Kamu harus ingat bahwa pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia (1 Kor 10:13). Yesus sendiri memiliki 1000 alasan untuk berhenti dan menyerah ketika akan disalibkan, tapi DIA memilih untuk tetap menyelesaikan tugasNya. TeladanNya perlu kita tiru!

Dalam tulisan kali ini kita belajar dari BARTIMEUS, si pengemis buta yang disembuhkan oleh Yesus (Mar 10: 46-52). Bartimeus bukan hanya buta, tapi keberadaan Bartimeus tidak diharapkan oleh orang-orang yang sedang mengikuti Yesus. Beberapa orang menyuruh Bartimeus untuk diam (ayat 48). Bukankah seringkali kita mengalami hal yang sama? Ketika kita mengalami masalah, kita seperti orang buta yang sedang berjalan tanpa arah, tidak memiliki pegangan. Semakin ingin mendekati Yesus, segala sesuatu terkadang semakin berat dan bahkan jawaban yang kita harapkan seolah semakin jauh dari yang kita. Belum lagi situasi, kondisi, atau perkataan orang-orang di sekitar kita memberikan sikap yang melemahkan langkah kita. Kita memiliki banyak alasan untuk berhenti, sama seperti Bartimeus. Tapi Bartimeus tidak berhenti! Bahkan Firman Tuhan mengatakan dia berseru semakin keras. Itulah kegigihan! Dan kegigihan Bartimeus membuat langkah Yesus terhenti (ayat 49). Hari itu Bartimeus disembuhkan. 

Guys, terkadang Tuhan tidak menjawab doa kita secepat yang kita inginkan, namun Firman Tuhan berkata bahwa DIA tidak pernah terlambat.

Hal apakah yang saat ini menghentikan langkahmu untuk mengikuti Yesus? Masalah apakah yang sedang kamu pergumulkan yang membuatmu ingin lari dari kenyataan hidup? Jangan menyerah! Hadapi bersama DIA. Yesus sudah menghapus masa lalu kita di kayu salib dan DIA menjanjikan kamu masa depan yang penuh harapan. Serahkan bebanmu kepadaNya. DIA mengatakan bahwa kuk yang DIA berikan itu enak dan beban yang DIA berikan itu ringan (Mat 11:29-30). 

Berdoalah dan cari komunitas, pembimbing, saudara-saudara seiman yang dapat membantu, mendoakan, dan menemani kamu melewati pergumulan hidupmu. Dia memiliki rencana yang besar dalam hidupMu dan yang pertama ingin DIA lakukan adalah memerdekaan hidupmu dari pergumulan-pergumulan hidupmu.

Wednesday, August 3, 2011

Trial and Temptation

Dalam Alkitab ada dua ayat, bahkan lebih, yang sering kali membuat kita bingung mengenai pencobaan.

Ayat pertama dari 1 Kor 10:13 yang berkata Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Ayat kedua dari Yak 1:13 yang berkata Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Mungkin kita bertanya bagaimana mungkin pencobaan itu datang kepada kita kalau bukan Tuhan yang mengijinkannya? Firman Tuhan di atas tidaklah salah tulis, mungkin hanya ada sedikit kekurangtepatan dalam penerjemahannya saja, sehingga membuat kita salah mengartikan maksud dari Firman tersebut. TUHAN jelas tidak pernah mengirimkan pencobaan yang membuat Anda dan saya jatuh ke dalam dosa. Tidak masuk akal jika DIA menyelamatkan kita hanya untuk membuat kita jatuh lagi ke dalam dosa.

Masalah ini terjawab dengan ayat dari Yak 1:12 (saya mengutip dari Alkitab versi Amplified), tertulis Blessed (happy, to be envied) is the man who is patient under TRIAL and stands up under TEMPTATION, for when he has stood the test and been approved, he will receive [the victor's] crown of life which God has promised to those who love Him.

Jadi ada dua tipe pencobaan yang dimaksud oleh Alkitab terjemahan LAI, TRIAL dan TEMPTATION. Trial sudah jelas berasal dari Tuhan dan Temptation berasal dari Iblis dan dari keinginan daging diri kita sendiri.

Apa yang membedakan TRIAL dan TEMPTATION? Sederhana! Jika gagal melewati Trial, hal itu tidak menuntun manusia ke dalam dosa, sedangkan Temptation akan menuntun kita ke dalam dosa jika kita gagal melewatinya. Dan yang patut digarisbawahi, Trial akan membawa hidup Anda lebih dewasa dan bijak. Semuanya tergantung cara Anda melihat sebuah masalah dan seperti apa Anda menyelesaikan masalah-masalah hidup Anda. Tuhan, Iblis, dan Keinginan Daging manusia memiliki kepentingan dalam setiap aspek dalam hidup kita.

Contoh 1: Jika suatu hari tiba-tiba kita mengalami masalah finansial, anggaplah kita bangkrut, karena ditipu oleh rekan kerja. Masalah yang kita hadapi ini bisa menjadi TRIAL ataupun TEMPTATION. Tergantung cara kita menyelesaikan masalah ini. Ingat, Iblis selalu berusaha mengambil bagian dalam setiap hal dalam hidup kita, sedangkan Tuhan selalu berusaha mendatangkan kebaikan dalam setiap hal yang terjadi dalam hidup kita (Rom 8:28).

Firman Tuhan mengatakan kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, bahkan kita harus memberkatinya. Bukan berarti kalau masalahnya sangat besar kita tidak boleh melaporkan ke polisi, tapi maksudnya tidak boleh melakukan hal tersebut semata-mata karena benci atau dendam. Sedangkan Iblis/keinginan daging pasti akan mengatakan kita untuk membalas orang tersebut, mengutuki orang tersebut, atau bahkan kita lakukan penipuan terhadap orang lain sebagai bentuk kemarahan/kekecewaan kita.

Contoh 2: Jika tiba-tiba ada teman-teman Anda menawarkan film porno ataupun narkoba, dan Anda adalah mantan pecandu yang sudah bebas, hal ini bisa menjadi TEMPTATION yang membawa Anda jatuh lagi ke dosa masa lalu Anda, namun ini merupakan TRIAL yang bisa menjadi sebuah kesaksian yang dahsyat jika Anda sanggup memenangkan dan melewati perkara masa lalu Anda ini. Ini yang saya maksud dengan 'Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam setiap hal dalam hidup kita.'

Terkadang kita tidak tahu masalah yang kita alami itu sebuah TRIAL atau TEMPTATION sampai kita memutuskan akan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara TUHAN atau bukan. Itu sebabnya Yak 1:12 mengatakan orang-orang yang tahan uji akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan TUHAN.

Lewati segala permasalahanmu dengan cara yang sesuai Firman Tuhan dan percayalah mahkota kehidupan menantimu di depan sana. You'll be amazed with HIS crown of life!

Tuesday, November 23, 2010

WHEN I DIE

Tiga bulan terakhir ini ada tiga anggota keluarga dari orang yang gue kenal meninggal. Gue datang ke sana untuk menghibur mereka yang ditinggalkan atau kadang sekedar bersilatuhrami. Entah kenapa gue lebih senang datang ke rumah duka, daripada ke pesta pernikahan.
 
Saat datang ke rumah duka kebanyakan mereka yang merasa dekat atau hidupnya dekat dengan orang yang meninggal biasanya sedang menangis dan duduknya dekat dengan peti mati. Beberapa yang tertawa dan asyik sendiri di rumah duka, biasanya bukan orang yang dekat dengan orang yang meninggal. Perhatian gue seringkali banyak terarah ke orang-orang yang bersedih.

Gue selalu bertanya-tanya seandainya gue suatu hari ada di dalam peti itu, apa yang akan orang rasakan ketika datang ke pemakaman gue? Apakah mereka bersedih atau bersukacita? Gue ingin mereka yang datang merayakan dengan banyak menyanyikan lagu-lagu yang upbeat bukan slowbeat, memakai pakaian yang warna-warni bukan bewarna gelap, bersukacita bukan bersedih, dan merelakan pergi bukan menangis meraung-raung seolah Tuhan jahat.

Seharusnya orang-orang yang di dalam Yesus tidak bersedih hati ketika berada di pemakaman, tidak dibalut pakaian bewarna gelap, dan menyanyikan lagu-lagu sendu saja. Karena untuk mereka yang mengenal Yesus, saat mereka meninggal, mereka bukan pergi meninggalkan keluarganya, tapi justru dia pulang ke rumah Bapanya.

Gue selalu membayangkan sebuah pesta di pemakaman anak-anak Tuhan lebih meriah bahkan daripada pesta perkawinan atau pesta kelahiran. Orang-orang yang meninggalkan dunia ini dengan iman tetap kepada Yesus menurut gue layak mendapat perayaan dan penghargaan yang luar biasa meriah. Karena kita tahu bahwa dia telah berjuang dalam pertandingan imannya di dunia dengan baik dan kembali ke rumah asalnya sebagai orang yang lebih dari pemenang.

Be An Inspiration

Without limbs, but with great GOD
Ada tiga pertanyaan besar yang seringkali muncul dalam setiap manusia:
1. Dari mana dia berasal
2. Untuk apa dia ada di dunia ini
3. Kemana dia akan pergi nanti setelah meninggal

Banyak orang mendapat jawaban yang salah mengenai ketiga hal di atas dan itu membuat orang salah menentukan arah hidupnya. Gue pun salah satu yang pernah menanyakan hal tersebut dalam hidup gue dan mendapatkan jawaban yang salah. Tapi sekarang gue sudah menemukan jawaban yang benar untuk semua pertanyaan di atas. Kalau kamu masih baru bisa menjawab dua dari tiga pertanyaan di atas, kamu masih harus cari jawaban untuk satu pertanyaan sisanya.

Kalau saja semua orang yang percaya Yesus tahu bahwa dirinya adalah garam dan terang dunia (baca artikel Salt and Light), pasti dia nggak akan pernah sembarangan dengan hidupnya.

Sebuah survei yang gue baca beberapa waktu lalu, lupa di website apa, mengatakan kalau sejak tahun 2000 lalu kasus bunuh diri meningkat drastis, terutama di kalangan anak muda / remaja. Mengenaskan banget bacanya. Yang gue tahu sekitar 15 tahun lalu, kasus bunuh diri biasanya dilakukan oleh orang-orang dewasa seperti para pengusaha yang bangkrut atau orangtua yang terlilit hutang dan tidak bisa membiayai keluarganya. Tapi sekarang dunia sudah berbeda. Berbagai surat kabar menulis belakangan ini banyak anak muda bunuh diri hanya karena kalah taruhan bola, diputusin pacar, nggak dapat pekerjaan, malu karena sering diejek temannya, dan hal konyol lainnya. Tidakkah mereka tahu kalau hidup mereka itu berharga?

Well actually, I was one of them. Gue pernah beberapa kali mencoba bunuh diri dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan pisau dan cutter. Penyebab utamanya karena depresi dan sebagian penyebab lainnya karena sesuatu yang nggak jelas (moody). Gue ingat suatu hari waktu gue sedang dalam kondisi depresi berat, saat itu gue sudah menjadi orang Kristen, gue merencanakan untuk bunuh diri untuk ke sekian kalinya. Nggak disangka hari itu di sekolah, seorang teman mengajak gue ngobrol dan dia curhat kalau hidupnya berantakan, orangtuanya selalu ribut, dan hidupnya sama sekali jauh dari indah, dia ingin bunuh diri atau setidaknya minggat dari rumah. Tapi dia bilang,"Setiap kali gue mau lakukan hal itu, gue selalu ingat sama diri lu. Gue tahu hidup lu juga kacau, tapi gue heran kenapa lu selalu bisa tersenyum dan seperti tidak ada masalah yang terlalu berarti di hidup lu. Gue tahu itu karena Yesus."

Hari itu gue seperti disengat listrik dan tiba-tiba sesuatu di dalam diri gue bergejolak. Gue jadi sadar mungkin terkadang gue pikir hidup gue ini nggak berguna. Mungkin nggak berguna buat gue, tapi bagaimana untuk orang lain? Ternyata hidup gue dilihat oleh orang lain dan itu bisa menyelamatkan mereka, ya seperti cerita teman gue tadi itu.

Gue mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup gue hari itu. Gue berjanji kalau gue nggak akan pernah mencoba bunuh diri lagi, gue mau buang semua pikiran dan perasaan negatif gue. Ya, memang terkadang dalam hidup kita ini muncul perasaan atau pikiran yang nggak enak, tapi gue nggak mau terpengaruh sama hal itu. Gue nggak mau dikontrol sama hal negatif. Nggak ada hal di dunia ini yang sama sekali layak untuk membuat kita sampai harus bunuh diri.

Janji gue hari itu, "Gue mau bangun pagi setiap hari dan melakukan seluruh aktivitas gue pada hari itu dengan baik. Sekalipun mungkin hati gue sedang kacau, mungkin gue sedang dalam masalah yang berat, tapi gue mau jalani kehidupan gue setiap hari dengan cara yang terbaik. Karena mungkin ada orang di luar sana yang sedang depresi dan ingin mengakhiri hidupnya dan melihat hidup gue, dia jadi diselamatkan."

Andai saja semua orang bisa membaca hati dan pikiran semua orang, percayalah kalau kita menjalani kehidupan kita dengan cara terbaik, dengan cara ilahi, ada banyak orang yang berterimakasih karena merasa diselamatkan oleh gaya hidup kita. 

Tuesday, July 27, 2010

POHON KORMA - POHON YANG RADIKAL

     Apakah temen-temen sudah ada yang pernah nyobain buah korma? Saya pribadi sih belum pernah nyobain. Tapi kata orang-orang yang pernah nyoba, buah ini rasanya manis banget. Dan katanya kalau dapat buah korma yang import alias asli dari negara asalnya, rasanya mak nyooos, uenak tenan. Dengar kayak gitu, yah saya sedikit ngiler juga. Nah, kalau temen-temen sudah pernah makan buah korma, sekarang pertanyaan saya, apakah temen-temen pernah baca ayat Alkitab yang menulis tentang buah korma? Pastinya sudah pernah dong baca Maz 92:12 “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.” Dulu gue kira Tuhan jahil amat ya nulis-nulis tentang pohon korma segala, apalagi gue taunya pohon korma asalnya dari negara Timur Tengah, dan biasanya muncul di jalanan kalau lagi musim puasa. Kenapa gak pohon apel atau pohon jeruk saja gitu? Tapi pertanyaan gue terjawab setelah gue tahu lebih jauh tentang pohon korma.

     Pohon korma yang asli (alias bukan cangkokan) tumbuh di padang gurun. Semua orang pasti setuju kalau buah korma dari padang gurun rasanya manis dan gurih banget tapi tidak menyengat tenggorokan. Tahu sendiri kan padang gurun itu seperti apa. Kalau siang panasnya bisa mencapai 60 derajat celcius dan kalau malam bisa turun sampai minus 20 derajat celcius. Suhu di padang gurun sangat ekstrim, belum lagi kalau ada badai gurun yang kadang datang dengan kecepatan 40-60 km/jam. Makanya orang-orang yang tinggal di dekat gurun kebanyakan menggunakan cadar dan pakaian yang serba tertutup. Karena kalau badai datang dan mereka tidak memakai penutup tubuh, pasir bisa masuk ke telinga, mata, hidung, dan mulut mereka. Kalau badainya sangat kencang, mereka bisa terbawa badai dan bahkan mati tergulung pasir.
     Bagaimana pohon korma bisa bertahan di tengah-tengah padang gurun dan tumbuh di situ? Sebelum menjadi pohon, korma itu awalnya cuma dari biji kecil saja. Prosesnya, pertama-tama, dibuat lubang sedalam 1-2 meter di padang gurun, kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam lubang. Setelah itu, biji tersebut akan ditindih dengan tanah, batu, dan pasir. Ketika biji itu mulai berkecambah, biji tersebut otomatis akan kesulitan tumbuh ke atas karena tertindih dengan tumpukan tanah, batu, dan pasir tadi. Makanya pertumbuhan pesat terjadi pada akarnya. Akarnya terus merambat mencari sumber air. Rata-rata akar pohon korma panjangnya bisa mencapai ratusan meter bahkan kilometer. Setelah akarnya kuat, barulah dia menembus ke atas membelah tanah, batu, dan pasir tadi. Itu sebabnya setelah tumbuh ke permukaan pohon korma ini akan kuat bertahan sekalipun ada badai gurun yang kencang, pohon korma seringkali juga menjadi sumber mata air di padang gurun (oase), dan tentunya, pohon korma seperti ini memiliki buah yang manis dan enak.

     Tuhan ingin kita belajar dari Maz 92:12. Meskipun pohon ini ditindih oleh banyak beban, dia tetap kuat karena akarnya kuat. Begitu juga dengan kita, Tuhan mau kita memiliki hubungan yang kuat dengan Dia, supaya sekalipun ada begitu banyak masalah atau kejadian yang menimpa, kita akan tetap kuat dan bertahan. Bahkan lebih dari pada itu, kita akan menjadi 'oase' bagi banyak orang (tempat penghiburan), memiliki buah-buah yang manis (karakter dan anak-anak PA), dan sanggup bertahan badai masalah apapun juga. Kata radikal yang sering kita sebut-sebut itu diambil dari bahasa latin, RADIX, yang artinya MENGAKAR KE DALAM.
     Hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan sebuah gerakan dari generasi anak muda yang radikal. Sebuah generasi yang tidak pernah menyerah terhadap apa pun, generasi yang menjadi 'sumber air kehidupan' bagi sesamanya, dan generasi yang cinta akan Tuhan lebih dari segalanya. Sudahkah kamu sudah menjadi bagian dari generasi itu?

Tuhan Suka Angka NOL

     Masih ingat dengan perumpamaan Yesus mengenai talenta dalam Matius 25:14-30? Kisah ini seringkali dihubungkan dengan uang, harta, atau pun sebuah pekerjaan. Namun dalam renungan kali ini, saya akan menghubungkannya dengan kekosongan. Yup, emptiness ... Tahukah kamu kalau Tuhan senang dengan angka nol? Karena Tuhan ingin menjadi angka 1, 2, atau 3 di depan angka nol tersebut, supaya angka nol yang tidak ada nilainya itu menjadi bernilai karena ada Tuhan dalam angka nol tersebut. Hitung ada berapa nol dalam jumlah 1 milyar rupiah atau 1 triliyun rupiah, tapi coba bayangkan apa arti dari angka-angka nol yang berderet itu tanpa angka 1 di depannya. 

SANG TUAN MARAH
     Perumpamaan ini tentang seorang Tuan yang memberikan jumlah talenta yang berbeda-beda kepada ketiga hambanya. Hamba pertama mendapat 5 talenta, hamba kedua mendapat 2 talenta, dan hamba ketiga mendapat 1 talenta. Tidak ada informasi mengenai alasan sang Tuan memberikan jumlah yang berbeda kepada ketiga hamba tersebut. Yang kita ketahui secara jelas, di akhir cerita, hamba pertama dan kedua dipuji sebagai hamba yang bertanggung jawab dan setia. Dapat disimpulkan bahwa sang Tuan memberikan talenta berdasarkan takaran karakter yang dimiliki oleh hamba-hambanya itu, karena itulah pujian yang diberikan kepada hamba pertama dan kedua, tentang betapa bertanggung jawab dan setianya mereka atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Tuannya. Yang artinya setiap orang bisa memiliki sikap seperti ini, tidak peduli dia dari latar belakang apa, fisiknya seperti apa, dan statusnya seperti apa. Namun ada hal yang cukup mengganjal pikiran saya ketika membaca berulang kali perumpamaan ini. Kenapa sang Tuan begitu marah kepada hamba ketiga, padahal dia tidak kehilangan talenta tersebut? Memang dia tidak mengembangkannya, tapi harap dicatat, dia tidak kehilangan! 

KELEMAHANKU, KEKUATANNYA
     Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ijinkan saya bercerita tentang Saulus, musuh yang para pengikut Yesus, 2000 tahun lalu. Kita tahu bahwa Saulus menyiksa jemaat mula-mula dengan begitu hebatnya. Stefanus, salah satu pengikut Yesus, mati ditimpuki batu dengan persetujuan Saulus (Kisah Rasul 6-7). Saulus, seorang yang kaya, berpendidikan tinggi, dan dari keluarga terhormat pada saat itu. Dia memiliki segalanya, kecuali Yesus. Suatu hari Saulus bertemu dengan Yesus dan singkat cerita, dia bertobat. Kitab Galatia 1:17 mencatat setelah pertobatannya, Saulus pergi ke tanah Arab dan Damsyik untuk beberapa waktu. Para ahli Alkitab memperkirakan bahwa saat berada di tanah Arab dan Damsyik itulah Tuhan mulai mengosongkan diri Saulus dan mengisinya dengan kehendak Roh Kudus. Membuang setiap ego, pemikiran lama, kehendak pribadi, dan apa pun yang selama ini dianggap benar oleh Saulus. Pernyataan ini dapat dibuktikan dari perubahan yang terjadi dalam diri Saulus, yang pada akhirnya berubah nama menjadi Paulus.
     Dalam kitab Kisah Rasul, Paulus, mantan teroris ini, berubah menjadi salah satu orang yang pantang menyerah, setia, dan melimpah dengan kasih karunia. Beberapa kali dia dirajam batu, kelaparan, dan kehausan, dan hebatnya, Paulus tetap setia melayani Tuhan. Paulus sudah berubah! Salah satu adegan paling klasik tentang Paulus adalah saat dia memohon kepada Tuhan untuk mencabut duri dalam dagingnya, yaitu utusan Iblis yang berusaha membuatnya mundur, Tuhan menjawabnya,“Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Dan Paulus mengamininya dengan mengatakan,”... aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Baca 2 Korintus 12 : 9-10.

KOMBINASI YANG WAJAR
     Kembali ke perumpamaan dalam talenta. Mengapa sang Tuan begitu marah kepada hamba ketiga? Jawabannya sederhana, karena hamba ketiga ini tidak percaya kepada sang Tuan yang menyatakan kalau dirinya sanggup melakukan hal seperti yang dilakukan kedua hamba lainnya. Tahukah kamu kalau hamba ketiga ini adalah gambaran manusia yang paling tepat bagi Tuhan untuk menyatakan diriNya lebih daripada hamba pertama dan kedua? Hamba pertama dan kedua ibarat tipe manusia yang memiliki segala sesuatu secara cukup, bahkan berlebih. Fisik menarik, kemampuan hebat, keluarga baik-baik, ekonomi mapan, dan otak yang pintar. Saat kedua orang ini memberikan diri kepada Tuhan, orang-orang di sekelilingnya tidak akan heran kalau mereka ini akan sukses suatu hari nanti. Karena sejak awalnya mereka sudah ada dalam kondisi yang baik. Orang lain akan memandang kesuksesan mereka itu sebagai hal yang memang sewajarnya terjadi. Menarik, keluarga mendukung, punya banyak kemampuan, pintar, cinta Tuhan, dan sukses. Kombinasi yang wajar, bukan?

BEJANA KOSONG
     Tapi lihat bagaimana dengan hamba yang ketiga ini. Ibarat tipe manusia yang hidup dalam segala sesuatu yang pas, bahkan cenderung kurang. Fisik minim, keluarga berantakan, ekonomi pas-pasan, kemampuan minim, dan otak yang biasa. Saat mengikut Tuhan, manusia tipe ini seringkali berpikir ulang berkali-kali untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Tuhan, karena dia berpikir bahwa kalau memberikan semua yang ada padanya untuk Tuhan, tidak akan ada lagi yang tersisa dari dirinya. Saat uang di dompet sisa Rp. 20 ribu, dan harus diberikan kepada orang yang butuh, kemudian mulailah logikanya berputar. Percayalah, Tuhan tidak pernah mencuri dari kita. Dia inginkan yang terbaik untuk kamu dan saya. Yah, yang terbaik.
     Bila saat ini kamu ada di dalam kondisi yang kekurangan dalam segala hal, lemah, tidak percaya diri karena memiliki fisik yang biasa, dan tidak memiliki banyak keahlian, percayalah kalau kamu mau serahkan diri kepadaNya, maksud saya di sini, serahkan seluruh hidup kamu kepadaNya, Dia akan menyatakan diriNya dengan sangat luar biasa dan dahsyat dalam hidupmu. Bahkan DIA akan lakukan hal-hal yang di luar pemikiranmu. Just put all your trust in Him. Tuhan yang kita sembah tahu benar apa arti kata YANG TERBAIK! Bejana yang kosong adalah tempat yang sangat tepat bagi Tuhan untuk menyatakan segenap pribadiNya ... kalau saja kita mau berserah dan percaya.

Tuesday, July 6, 2010

'Shall See Visions'

Tahun 2010 ini menjadi salah satu tahun yang paling menantang buat hidup gue. Selain menantikan kehadiran Zaldy Jr., tertantang untuk memberikan yang terbaik yang gue dan Dolly (my wife) miliki, gue juga didaulat menjadi ketua Youth Camp GKKD se-Jakarta. Wow, what a year! 

Gue begitu bergairah akan apa pun hal yang Tuhan mau lakukan di dalam hidup gue. Dulu, bahkan sampai sekarang, terkadang di dalam kesendirian gue saat berdoa atau sedang menyetir sendiri, gue suka bilang 'I want to know You more. All things about You. Gue mau belajar apa pun supaya gue bisa tahu lebih lagi tentang Tuhan.' Dan muncullah hal-hal yang gue sebutkan di atas tahun ini. Gue yakin hal itu bukanlah kebetulan. Sepertinya Tuhan mau mengajarkan sesuatu ke gue tentang DiriNya lewat hal-hal di atas. Nah, gue mau sedikit share mengenai apa yang gue dapatkan untuk Youth Camp 2010 yang bertema Youth Revolution.

Waktu sedang melakukan sesuatu (gue lupa lagi melakukan apa) beberapa saat sebelum tema Youth Revolution itu ada, tiba-tiba seperti muncul sebuah kesan di hati gue mengenai tema yang harus gue pakai di YC 2010 ini. Pikiran gue terus menerus mengacu ke ayat di kitab Yoel yang berbunyi "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu ..." 

Dari sekian panjang ayat di atas, ada beberapa hal yang menarik perhatian gue: Mengenai pencurahan Roh Tuhan atas semua manusia dan teruna-teruna yang mendapatkan penglihatan. Sampai saat ini pencurahan Roh Tuhan atas semua manusia belum terjadi. Gue yakin semua anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan di seluruh dunia sedang menantikan hal ini. Pertama kali Tuhan mencurahkan RohNya adalah saat murid-murid Yesus dibaptis Roh Kudus (Kis 2), namun sampai saat ini Roh itu belum tercurah atas semua manusia. Well, kita harus nantikan hal ini terjadi. Soon! 

Nah, hal kedua yang mencuri perhatian saya mengenai ayat di atas adalah mengenai teruna-teruna yang mendapat penglihatan. Saya tahu arti teruna itu adalah orang-orang muda, namun apa yang dimaksud dengan penglihatan. Saya berpikir bahwa ini adalah sebuah kegerakan kenabian di mana banyak anak muda yang mendapat penglihatan. Namun saat saya berpikir seperti itu, tiba-tiba muncul lagi sebuah kesan dalam hati saya supaya saya membukan ayat dari kitab Yoel ini dalam versi Bahasa Inggrisnya. Kebetulan di handphone saya ada sekitar 10 Alkitab dengan berbagai versi Bahasa Inggris. Pertama saya membuka ayat ini dalam versi Amplified Bible. Mengenai ayat ini, versi Amplified mengatakan 'your young men shall see visions'. Ternyata begitu juga dalam versi New King James, New International Version, American Standard Version, New Living Translation, dan versi lainnya. Jadi seharusnya lebih tepat ayat ini bukan mengatakan 'teruna-terunamu akan mendapatkan penglihatan', melainkan 'teruna-terunamu akan mendapatkan visi'.

Kembali pikiran saya menerawang mencoba mengartikan apa maksud dari semua ini. Kemudian dalam hati saya muncul lagi sesuatu. Kali ini bukan berupa kesan, tapi sebuah pertanyaan. "Menurut kamu siapa orang-orang yang mendapatkan visi?" kata kesan itu dalam hati saya. Tentu saja setelah bertahun-tahun bergelut di dalam dunia pelayanan saya mengerti bahwa hanya para pemimpinlah yang mendapatkan visi.

Finally, lengkaplah puzzle saya. 

YC 2010: Youth Revolution bukanlah sebuah youth camp yang hanya menghasilkan murid-murid yang rindu diubahkan hidupnya saja, tapi lewat youth camp ini akan muncul pemimpin-pemimpin muda yang luar biasa. Pewahyuan ini bukan hanya mengenai orang-orang yang menjadi pesertanya, tapi semua yang terlibat di dalam kegerakan youth camp ini, baik itu panitia, para pembimbing kamar, para pelayan, donatur, dan sponsor. Catch the fire!